Geopolitik

ASEAN dan Diplomasi Maritim Indonesia: Menjaga Stabilitas di Laut China Selatan yang Memanas

30 Juli 2026 Laut China Selatan, ASEAN 1 views
ASEAN dan Diplomasi Maritim Indonesia: Menjaga Stabilitas di Laut China Selatan yang Memanas
Tensi di Laut China Selatan kembali meningkat seiring dengan klaim dan aktivitas militer yang diperkuat oleh beberapa pihak. Indonesia, meskipun bukan pengklaim utama, memiliki kepentingan strategis besar dalam menjaga ZEE dan kedaulatan di sekitar Natuna. Sebagai kekuatan maritim utama di ASEAN, Indonesia memimpin upaya diplomasi kolektif untuk mendorong penyelesaian damai berdasarkan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982, dan percepatan negosiasi Code of Conduct (CoC). Posisi Indonesia diuji antara keinginan untuk menjaga hubungan baik dengan semua kekuatan besar dan kebutuhan tegas untuk mempertahankan hak berdaulatnya. Insiden-insiden antara kapal penjaga pantai dan militer di perairan sekitar Natuna telah memaksa Jakarta untuk meningkatkan patroli dan pengawasan TNI AL serta menggelar latihan militer di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan pendekatan "diplomasi yang diperkuat dengan deterensi" (diplomacy backed by deterrence). Implikasi strategis bagi kebijakan luar negeri dan pertahanan Indonesia adalah kebutuhan untuk memperkuat kapasitas pemantauan maritim, penguatan pangkalan di pulau-pulau terdepan, dan koordinasi yang lebih erat dengan negara anggota ASEAN lainnya yang juga berkepentingan. Keberhasilan Indonesia dalam memimpin konsensus ASEAN mengenai isu ini akan menentukan relevansi dan sentralitas organisasi tersebut di kawasan. Kegagalan untuk menjaga stabilitas di Laut China Selatan berisiko mengancam keamanan jalur pelayaran yang vital bagi ekonomi Indonesia dan global, serta memperdalam polarisasi geopolitik di kawasan.

Entitas yang disebut

Organisasi: ASEAN, UNCLOS

Lokasi: Indonesia, Laut China Selatan, Natuna, Jakarta