Geopolitik

Dinamika Laut China Selatan: Peran ASEAN dan Posisi Indonesia dalam Menjaga Stabilitas

29 Juni 2026 Laut China Selatan, Kawasan ASEAN 6 views
Dinamika Laut China Selatan: Peran ASEAN dan Posisi Indonesia dalam Menjaga Stabilitas
Ketegangan di Laut China Selatan (LCS) terus berlanjut dengan klaim tumpang tindih, militerisasi pulau-pulau, dan insiden antara kapal coast guard berbagai negara. Dalam dinamika ini, ASEAN berusaha memainkan peran sentral melalui diplomasi, termasuk upaya mempercepat negosiasi Code of Conduct (CoC) yang bermakna dan efektif. Indonesia, sebagai negara anggota besar dan pihak yang tidak terlibat klaim langsung di LCS tetapi memiliki ZEE yang tumpang tindih dengan klaim China di Natuna, memegang posisi unik dan kritis. Posisi Indonesia diuji antara kepentingan untuk menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk China, dan kewajiban mempertahankan kedaulatan serta hukum internasional (UNCLOS 1982). Strategi Indonesia selama ini adalah menjadi fasilitator yang konstruktif dalam forum ASEAN, sambil memperkuat kemampuan patroli dan pengawasan di wilayah perairannya sendiri, khususnya di sekitar Natuna. Pendekatan ini bertujuan mencegah eskalasi dan mendorong penyelesaian sengketa melalui jalur damai. Analisis strategis menunjukkan bahwa efektivitas ASEAN dan Indonesia dalam menjaga stabilitas LCS sangat bergantung pada kesatuan dan kohesi internal ASEAN sendiri. Perbedaan kepentingan dan kedekatan hubungan bilateral masing-masing negara anggota dengan kekuatan besar dapat melemahkan posisi tawar kolektif. Implikasi bagi Indonesia adalah perlunya terus memperkuat kemampuan maritimnya secara mandiri, sekaligus secara aktif membangun konsensus di ASEAN berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional. Kegagalan ASEAN menghasilkan CoC yang kuat dapat mendorong Indonesia pada posisi yang lebih unilateral dalam mengamankan kepentingannya, yang berpotensi mengubah dinamika kawasan.

Entitas yang disebut

Organisasi: ASEAN

Lokasi: Laut China Selatan, Indonesia, China, Natuna