Geopolitik
Kerja Sama Keamanan Trilateral AUKUS dan Implikasinya bagi Stabilitas Keamanan Maritim di Indo-Pasifik
Pakta keamanan trilateral AUKUS (Australia, Inggris, AS) terus berkembang dengan rencana pengoperasian kapal selam bertenaga nuklir oleh Australia pada dekade mendatang. Kerja sama ini secara eksplisit ditujukan untuk menjaga keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik, terutama menanggapi ekspansi militer China, dan telah memicu perlombaan senjata serta ketegangan regional yang baru.
Bagi Indonesia, keberadaan AUKUS menciptakan dilema strategis. Di satu sisi, Indonesia memahami kepentingan keamanan Australia dan sekutunya. Di sisi lain, Indonesia sangat menentang proliferasi senjata nuklir dalam bentuk apa pun di kawasan, sebagaimana dinyatakan dalam kebijakan Zona Bebas Nuklir ASEAN (SEANWFZ). Kehadiran kapal selam nuklir di perairan sekitar dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan eskalasi, serta memicu respons militer dari pihak lain yang dapat menjadikan perairan Asia Tenggara sebagai ajang persaingan kekuatan besar.
Analisis implikasi menunjukkan bahwa AUKUS berpotensi mengikis sentralitas ASEAN dalam arsitektur keamanan regional. Indonesia perlu mengambil peran lebih proaktif dalam mendorong transparansi dari anggota AUKUS mengenai pergerakan kapal selam mereka dan memastikan komitmen mereka terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS. Diplomasi pertahanan Indonesia harus mengupayakan mekanisme dialog inklusif yang melibatkan semua pihak untuk mencegah mispersepsi dan membangun confidence-building measures (CBMs). Jika tidak dikelola dengan hati-hati, AUKUS dapat membelah kawasan menjadi blok-blok yang bersaing, merusak stabilitas yang telah dijaga ASEAN selama puluhan tahun.