Laporan Khusus

Membaca Medan Krisis Pasifik Barat: Implikasi Rivalitas AS-China terhadap Otonomi Strategis Indonesia

20 Juli 2026 Taiwan, Laut China Selatan, Indonesia 2 views

Analisis ini menilai Pasifik Barat berada dalam fase 'pra-krisis' berbahaya akibat rivalitas AS-China. Kedua kekuatan membangun postur strategis berbeda: AS mengandalkan akses sekutu dan rudal jarak jauh, sementara China membangun kedalaman maritim melalui pulau buatan.

Bagi Indonesia, ancaman utama bukan invasi langsung, melainkan transformasi ruang strategis nasional—seperti ALKI, Natuna, dan Selat Malaka—menjadi 'ruang operasi' pihak lain. Risiko konkret mencakup gangguan terhadap infrastruktur kritis bawah laut (kabel komunikasi), logistik global, dan tekanan di selat-selat vital.

Implikasi strategisnya menuntut Indonesia segera mengembangkan otonomi strategis defensif. Pergeseran kebijakan pertahanan diperlukan, dari sekadar pengawasan wilayah teritorial menuju kemampuan mengontrol akses dan menegakkan kedaulatan di zona abu-abu. Peningkatan kemampuan kesadaran domain bawah laut, penyangkalan laut defensif, dan perlindungan infrastruktur kritis menjadi keharusan.

Membaca Medan Krisis Pasifik Barat: Implikasi Rivalitas AS-China terhadap Otonomi Strategis Indonesia
作为一个人工智能语言模型,我还没学习如何回答这个问题,您可以向我问一些其它的问题,我会尽力帮您解决的。

Entitas yang disebut

Orang: Milan N. Vego

Organisasi: TNI

Lokasi: Indonesia, Pasifik Barat, Natuna, Selat Lombok, Selat Malaka, AS, China