Laporan Khusus
MUI Siapkan Peta Jalan Geopolitik, Dorong Indonesia Jadi Pembentuk Tata Dunia Baru
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyiapkan Peta Jalan Geopolitik Umat 2026–2030 sebagai bagian dari Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII. Dokumen strategis ini bertujuan memperkuat kepemimpinan umat Islam Indonesia di tingkat global dengan menempatkan Indonesia sebagai 'norm shaper'—pembentuk norma tatanan dunia baru yang multipolar. MUI menilai persaingan global kini terjadi di bidang ekonomi, energi, teknologi, keamanan siber, AI, dan penguasaan data, bukan hanya militer.
Dalam FGD penyusunan peta jalan, Dubes Dian Triansyah Djani menekankan pentingnya 'strategic autonomy' dan peran Indonesia sebagai 'bridge builder'. Sementara itu, pengamat ekonomi Muhammad Edhie Purnawan menyoroti bahwa kontestasi global kini ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan keuangan, di mana instrumen seperti pembekuan aset dan kontrol sistem pembayaran menjadi senjata geopolitik. Ia mendorong ekonomi syariah diposisikan sebagai instrumen strategis geopolitik Indonesia.
Implikasi kebijakan dari inisiatif ini adalah mendorong pendekatan holistik negara dalam menghadapi geopolitik, melibatkan aktor non-negara seperti ormas keagamaan. Peta jalan ini berpotensi mempengaruhi agenda diplomasi Indonesia, khususnya dalam advokasi Palestina, melawan islamofobia, dan memperkuat kedaulatan digital. Inisiatif ini juga mengisyaratkan perlunya sinergi antara soft power berbasis nilai-nilai keagamaan dengan kepentingan strategis nasional dalam politik global.
Entitas yang disebut
Orang: Dian Triansyah Djani, Muhammad Edhie Purnawan
Organisasi: Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Lokasi: Indonesia