Intelejen & Keamanan

Strategi Indonesia Menghadapi Perang Hybrid: Ancaman Disinformasi dan Radikalisme di Dunia Maya

21 Mei 2026 Indonesia 5 views
Strategi Indonesia Menghadapi Perang Hybrid: Ancaman Disinformasi dan Radikalisme di Dunia Maya
Laporan intelijen Indonesia mengidentifikasi peningkatan ancaman perang hybrid, yang memadukan disinformasi terstruktur, eksploitasi isu identitas, dan radikalisasi melalui platform digital untuk menciptakan instabilitas sosial dan politik. Aktor negara dan non-negara diduga memanfaatkan kerentanan ini. Pemerintah merespons dengan memperkuat Badan Intelijen Negara (BIN) dan BSSN, serta meningkatkan literasi media masyarakat. Implikasi strategis dari ancaman hybrid adalah erosi kohesi sosial dan legitimasi pemerintahan, yang pada akhirnya dapat melemahkan ketahanan nasional dari dalam. Strategi penanggulangan memerlukan pendekatan whole-of-government dan whole-of-society, melibatkan kementerian di luar sektor keamanan. Keberhasilan Indonesia dalam membangun ketahanan informasi dan sosial akan menjadi garis pertahanan pertama menghadapi konflik asimetris di era digital.

Entitas yang disebut

Organisasi: Badan Intelijen Negara (BIN), BSSN

Lokasi: Indonesia