Geopolitik

Analisis Strategis: Menimbang Kembali Netralitas ASEAN di Tengah Eskalasi Rivalitas AS-China di Laut China Selatan

04 Juni 2026 Laut China Selatan, Asia Tenggara 5 views
Analisis Strategis: Menimbang Kembali Netralitas ASEAN di Tengah Eskalasi Rivalitas AS-China di Laut China Selatan
Perairan Laut China Selatan kembali memanas dengan insiden antara kapal China dan Filipina di sekitar Karang Second Thomas dan Ayungin Shoal. Sementara Indonesia, sebagai anggota ASEAN yang juga memiliki sengketa wilayah di Natuna, menekankan penyelesaian damai melalui hukum internasional. Analisis CSIS menyoroti bahwa ASEAN berada dalam dilema keamanan klasik: mempertahankan netralitas dan 'centrality' sambil menghadapi tekanan dari kekuatan besar yang semakin agresif. Langkah-langkah seperti penyelesaian Code of Conduct (CoC) mandek, sementara kemampuan maritim negara anggota ASEAN untuk menjaga kedaulatan terbatas dibandingkan dengan armada China yang terus berkembang. Implikasi strategis bagi Indonesia adalah perlunya meningkatkan kapabilitas patroli maritim secara mandiri dan memperkuat diplomasi pertahanan dengan negara-negara ASEAN lain serta mitra seperti AS, Jepang, dan Australia, tanpa terperangkap dalam aliansi formal yang bisa memicu respons China. Kebijakan 'bebas aktif' akan terus diuji dalam lingkungan yang semakin bipolar.