Intelejen & Keamanan

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

15 April 2026 Selat Malaka, Indonesia 0 views
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
Artikel ini menyajikan analisis mendalam dari Penasihat Senior LAB 45 dan mantan Gubernur Lemhanas, Andi Widjajanto, mengenai posisi strategis Selat Malaka dalam konstelasi geopolitik yang memanas. Andi menegaskan bahwa ancaman utama bukan konflik antar negara pengelola selat (Indonesia, Malaysia, Singapura), melainkan potensi eskalasi di Laut China Selatan dan Taiwan yang akan menjadikan Selat Malaka sebagai jalur logistik krusial bagi militer AS. Armada AS dari Diego Garcia diperkirakan akan melintasi Selat Malaka, sementara dari Australia melalui Selat Lombok. Analisis ini mengungkap kerangka kebijakan Indonesia yang bersyarat berdasarkan 'eskalation ladder'. Dalam kondisi damai atau belum ada pernyataan perang terbuka, Indonesia akan menerapkan prinsip 'innocent passage' berdasarkan UNCLOS 1982 bagi kapal asing yang melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, termasuk Selat Malaka dan Sunda, dengan sejumlah syarat teknis seperti pelaporan posisi. Namun, situasi berubah drastis jika konflik meningkat menjadi perang terbuka, yang memaksa Indonesia mempertimbangkan ulang prinsip politik luar negeri bebas aktif. Implikasi strategisnya adalah Indonesia perlu memiliki doktrin dan protokol operasi yang jelas untuk setiap tingkat eskalasi di choke point global, serta memperkuat kemampuan monitoring dan penegakan hukum di ALKI untuk menjaga kedaulatan sekaligus memenuhi kewajiban internasional.

Entitas yang disebut

Orang: Andi Widjajanto

Organisasi: LAB 45, Lemhanas, AS, PBB

Lokasi: Indonesia, Malaysia, Singapura, Laut China Selatan, Taiwan, Diego Garcia, Australia, Selat Lombok, Selat Sunda