Analisis Kebijakan

Kebijakan Indonesia terhadap Pengembangan Kekuatan Militer Negara-Negara ASEAN: Menjaga Balance tanpa Provokasi

06 Mei 2026 ASEAN 1 views
Kebijakan Indonesia terhadap Pengembangan Kekuatan Militer Negara-Negara ASEAN: Menjaga Balance tanpa Provokasi
Beberapa negara ASEAN, seperti Vietnam, Filipina, dan Thailand, secara aktif mengembangkan kekuatan militer mereka, terutama dalam domain maritime dan air defense. Indonesia, sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di ASEAN, mengamati perkembangan ini dengan strategi yang berfokus pada menjaga balance tanpa melakukan provokasi atau memicu perlombaan militer (arms race) di kawasan. Kebijakan Indonesia tampak melalui peningkatan kemampuan defensifnya sendiri, sekaligus terus mempromosikan dialog keamanan dan confidence-building measures di forum ASEAN. Implikasi strategis dari pendekatan ini adalah bahwa Indonesia berusaha mempertahankan posisi sebagai stabilizer di ASEAN. Dengan tidak secara agresif memamerkan kekuatan atau membuat claim yang provokatif, Indonesia mengurangi risiko ketegangan langsung dengan negara ASEAN lain. Namun, Indonesia juga harus memastikan bahwa perkembangan militer negara-negara tetangga tidak sampai mengubah balance of power yang dapat merugikan posisi strategis Indonesia, khususnya di laut. Perspektif kebijakan menyarankan bahwa Indonesia perlu memiliki assessment yang jelas tentang perkembangan militer setiap negara ASEAN dan implikasinya terhadap lingkungan strategis regional. Berdasarkan assessment tersebut, Indonesia dapat menyesuaikan modernisasi alutsista dan strategi militernya secara calibrated. Selain itu, Indonesia dapat memimpin inisiasi untuk transparansi militer tertentu di antara negara ASEAN (misalnya, sharing data tentang latihan militer besar) sebagai bagian dari confidence-building, yang pada akhirnya menguntungkan semua pihak termasuk Indonesia.

Entitas yang disebut

Organisasi: ASEAN

Lokasi: Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand