Analisis Kebijakan

Pelajaran Instabilitas Global 2024/2025 dan Ketahanan Strategis Indonesia

21 April 2026 Global 1 views
Pelajaran Instabilitas Global 2024/2025 dan Ketahanan Strategis Indonesia
Tahun 2024 diwarnai oleh konflik-konflik yang cenderung 'abadi' (perpetual) seperti Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina, serta ketegangan di Selat Taiwan. Meski tidak meledak menjadi perang besar, konflik-konflik ini menciptakan stagnasi dan ketidakpastian global yang berkepanjangan. Skenario terburuk mobilisasi NATO atau keterlibatan langsung Iran mungkin berkurang, tetapi bara konflik tetap membara. Ditambah dengan kebijakan tarif proteksionis dari kekuatan besar dan gelombang demonstrasi global yang dipicu frustrasi ekonomi, dunia memasuki fase instabilitas kronis. Bagi Indonesia, situasi ini menguji kemampuan diplomasi dan ketahanan ekonomi. Konteks ini menunjukkan bahwa ancaman utama bagi Indonesia mungkin bukan perang terbuka, tetapi tekanan ekonomi global, gangguan rantai pasok, dan instabilitas politik di negara lain yang berdampak sistemik. Peran diplomasi Indonesia dalam membangun relasi dengan semua pihak (China, Rusia, negara Arab) menjadi aset penting, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan domestik untuk menyerap guncangan eksternal. ASEAN sebagai platform kolektif menjadi semakin krusial, namun juga rentan jika tidak didorong untuk bertransformasi dari forum dialog menjadi entitas yang lebih resilien. Implikasi kebijakan yang utama adalah perlunya pergeseran paradigma dari sekadar menjaga netralitas menjadi aktif membangun ketahanan strategis (strategic resilience). Ini mencakup ketahanan pangan, energi, finansial, dan kesehatan. Modernisasi pertahanan harus dikaitkan dengan logika pencegahan konflik dan perlindungan kedaulatan ekonomi. Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan stabilitas lingkungan eksternal, sehingga harus memprioritaskan pembangunan kapasitas nasional yang mampu bertahan dan beradaptasi dalam kondisi dunia yang tidak stabil.