Geopolitik

Peningkatan Aktivitas Kapal Riset dan Survei Asing di Perairan Timur Indonesia: Implikasi untuk Klaim Batas Maritim dan ZEE

11 April 2026 Perairan Timur Indonesia 0 views
Peningkatan Aktivitas Kapal Riset dan Survei Asing di Perairan Timur Indonesia: Implikasi untuk Klaim Batas Maritim dan ZEE
Data patroli AL menunjukkan peningkatan kehadiran kapal riset dan survei oceanografi asing (berasal dari negara dengan kemampuan maritime research advanced) di perairan timur Indonesia, seperti sekitar Laut Halmahera, Selat Makassar, dan perairan dekat Papua. Aktivitas ini secara hukum internasional dapat dilakukan dengan izin, namun intensitas dan pola pengumpulan data hidrografi dan geologi yang komprehensif menimbulkan pertanyaan strategis. Informasi yang dikumpulkan dapat digunakan untuk pemetaan bawah laut yang sangat detail, yang memiliki nilai strategis untuk operasi kapal selam, penempatan sensor, atau bahkan untuk mendukung klaim batas maritim dan ZEE di masa depan berdasarkan konfigurasi landforms bawah laut. Implikasi bagi Indonesia adalah kebutuhan untuk memperkuat kemampuan maritime domain awareness (MDA) sendiri di wilayah ini, termasuk pengadaan kapal riset otonomi nasional yang dapat mengumpulkan data primer, dan penegasan regulasi yang lebih ketat mengenai data yang boleh dibawa keluar oleh kapal riset asing, untuk menjaga 'information advantage' dalam negosiasi batas maritim dan pengelolaan ZEE.

Entitas yang disebut

Organisasi: AL

Lokasi: Laut Halmahera, Selat Makassar, Papua, Indonesia