Analisis Kebijakan

Riset dan Pengembangan Teknologi Pertahanan: Menuju Swasembada Alutsista Terbatas

24 April 2026 Indonesia 2 views
Riset dan Pengembangan Teknologi Pertahanan: Menuju Swasembada Alutsista Terbatas
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meningkatkan alokasi anggaran dan fokus pada riset dan pengembangan (R&D) teknologi pertahanan. Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor alutsista secara bertahap, dengan sasaran swasembada terbatas untuk komponen dan sistem tertentu, seperti amunisi kendali, sistem komunikasi, dan kendaraan taktis ringan. Konteksnya adalah volatilitas rantai pasok global dan pembatasan ekspor teknologi sensitif oleh negara produsen, yang dapat membahayakan kesiapan operasional TNI. Strategi ini melibatkan kolaborasi antara PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, LAPAN, dan perguruan tinggi. Implikasi strategis jangka panjang adalah penguatan basis industri pertahanan nasional (defense industrial base) yang berkelanjutan dan peningkatan kemandirian strategis. Namun, tantangan besar tetap ada pada transfer teknologi dari mitra asing, proteksi kekayaan intelektual, dan membangun ekosistem inovasi yang kompetitif.

Entitas yang disebut

Organisasi: Kementerian Pertahanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, BRIN, TNI, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, LAPAN

Lokasi: Indonesia