Intelejen & Keamanan
Ruang Siber sebagai Domain Kelima: Pergeseran Medan Rivalitas Geopolitik dan Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia
Riset Universitas Indonesia yang bekerja sama dengan Australian Strategic Policy Institute (ASPI) mengkonfirmasi bahwa ruang siber telah menjadi domain kelima dalam perang modern dan medan strategis rivalitas geopolitik global. Ketergantungan negara pada infrastruktur digital—dari sistem perbankan hingga pertahanan—menjadikan serangan siber memiliki dampak langsung pada keamanan nasional. Indonesia menghadapi tantangan domestik seperti kerangka hukum yang belum matang, kesenjangan infrastruktur, dan dilema politik luar negeri bebas aktif dalam menyeimbangkan keterbukaan ekonomi dengan kedaulatan digital. Data dari Indonesia Cyber Security Forum menunjukkan intensitas ancaman yang sangat tinggi: lebih dari 230 serangan per detik dalam enam bulan terakhir. Implikasi strategisnya adalah Indonesia perlu mengembangkan diplomasi siber khusus, memperkuat regulasi keamanan siber nasional, mendorong teknologi lokal, dan membangun kolaborasi lintas sektor untuk melindungi kedaulatan digitalnya di tengah tekanan rivalitas AS-China di Indo-Pasifik.
Entitas yang disebut
Organisasi: Universitas Indonesia, Australian Strategic Policy Institute, Indonesia Cyber Security Forum
Lokasi: Indonesia, AS-China, Indo-Pasifik