Opini
Dari Netralitas ke Ketahanan Strategis: Mengevaluasi Postur Indonesia di Indo-Pasifik yang Memanas
Analisis Satrio Arry Wicaksono di Indonesiana.id mempertanyakan efektivitas netralitas Indonesia di tengah kompetisi strategis Indo-Pasifik yang semakin intens. Artikel ini berargumen bahwa netralitas tanpa ketahanan strategis yang memadai hanya menciptakan ilusi rasa aman. Hukum internasional (seperti UNCLOS) memberikan legitimasi tetapi bukan perisai yang cukup tanpa kapasitas penegakannya. Sementara diplomasi middle power menghasilkan pengaruh simbolis, ia sering kali tidak didukung oleh kapasitas maritim dan pertahanan yang mumpuni untuk menciptakan deterrent effect. Analisis ini menyoroti bias postur militer Indonesia yang masih terfokus pada ancaman dalam negeri, sehingga kapabilitas pencegahan eksternal di domain maritim lemah. Implikasi strategis yang diajukan adalah perlunya transisi dari 'netralitas pasif' menuju 'resilient engagement', di mana Indonesia secara aktif memperkuat ketahanan kolektif kawasan, terutama melalui ASEAN. Penguatan ASEAN Centrality bukan hanya ritual diplomatik, tetapi menjadi instrumen strategis vital untuk menciptakan ruang manuver dan mencegah polarisasi blok yang memaksa Indonesia memilih pihak.
Entitas yang disebut
Orang: Satrio Arry Wicaksono
Organisasi: Indonesiana.id, ASEAN
Lokasi: Indonesia, Indo-Pasifik